Dokumentasi_BAZNAS_Sragen

Tanggul Jebol, Banjir Landa Kecamatan Tegowanu: Rumah Sehat BAZNAS Dirikan Posko Kesehatan untuk Warga Terdampak

26/05/2025 | Humas

Hujan deras yang terjadi pada Sabtu malam (17/5), disertai kiriman air dari wilayah hulu, menyebabkan tanggul Sungai Renggong di wilayah Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, jebol sepanjang sekitar 15 meter. Akibatnya, banjir merendam ratusan rumah warga serta lahan pertanian di sejumlah dusun di Desa Sukorejo dan Desa Tanggirejo.

Tiga dusun terdampak paling parah di Desa Sukorejo adalah Dusun Jetak, Dusun Kedokombo, dan Dusun Jati. Ketinggian air di wilayah permukiman warga dilaporkan mencapai 50 sentimeter hingga satu meter.

“Ketinggian air yang masuk ke area rumah warga cukup signifikan, hingga mencapai satu meter di beberapa titik,” ujar Kepala BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto.

Dari pendataan sementara, banjir merendam 70 rumah di Dusun Jetak, 130 rumah di Dusun Kedokombo, dan 150 rumah di Dusun Jati. Selain rumah, banjir juga menggenangi sawah warga dengan total luas terdampak mencapai 252 hektare.

Di Desa Tanggirejo, air juga menggenangi jalan desa dan 42 rumah warga di Dusun Kedungwungu RT 01 dan RT 02 RW 01 dengan ketinggian air antara 30 hingga 50 sentimeter. Meskipun air mulai surut, warga masih berjuang memulihkan kondisi lingkungan pascabanjir.

Rumah Sehat BAZNAS Hadir Bantu Warga Terdampak

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi warga, Rumah Sehat BAZNAS turut hadir dan mendirikan posko layanan kesehatan di Dusun Jetak, Desa Sukorejo, salah satu wilayah yang terdampak paling parah. Posko ini didirikan segera setelah banjir surut untuk memberikan pertolongan medis kepada warga yang mulai mengeluhkan berbagai gangguan kesehatan.

Tim medis dari Rumah Sehat BAZNAS memberikan pelayanan kesehatan secara gratis, termasuk pemeriksaan umum, pemberian obat, serta edukasi kebersihan lingkungan dan pencegahan penyakit pascabanjir. Layanan ini sangat dibutuhkan mengingat banyaknya warga, terutama anak-anak dan lansia, yang mengalami keluhan seperti:

  • Diare, akibat konsumsi air yang terkontaminasi
  • Infeksi saluran pernapasan atas (flu dan batuk pilek), karena lingkungan lembap dan cuaca ekstrem
  • Penyakit kulit, seperti gatal-gatal dan infeksi jamur, akibat kontak dengan air banjir yang kotor

“Banyak warga datang dengan keluhan diare dan penyakit kulit, terutama anak-anak. Kami juga melakukan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan air minum agar tidak terjadi peningkatan kasus,” ujar salah satu tenaga medis dari Rumah Sehat BAZNAS.

Selain layanan pengobatan, tim Rumah Sehat BAZNAS juga menyalurkan perlengkapan kebersihan pribadi (hygiene kit) dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh warga terdampak.

Kehadiran posko ini disambut positif oleh warga. Salah satu warga Dusun Jetak, Sumarni (47), mengaku sangat terbantu. “Anak saya sempat diare setelah banjir. Alhamdulillah ada bantuan pengobatan gratis dari BAZNAS, jadi kami tidak perlu jauh-jauh ke puskesmas,” ujarnya.

Upaya kolaboratif ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan kondisi masyarakat dan mencegah timbulnya masalah kesehatan lanjutan pascabanjir. Rumah Sehat BAZNAS juga akan terus memantau kondisi kesehatan warga dan siap memperluas layanan jika diperlukan.

KABUPATEN SRAGEN

Copyright © 2025 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ  |   2.2.12